Helloo readers...
How are you? I hope you're fine fine ajaa ya gaes,, hehee
Welcome back to my blog, in this time I would like to tell you about MaBug (Makassar-Bugis) Tour yang dimana kita memulai dari kota Makassar-Maros-Pangkep-Barru-Pare pare-Sidrap-Wajo-Sengkang-Bone-Sinjai-Bulukumba-Bantaeng-Jeneponto-Takalar-Makassar di kampus tercinta selama 4D3N dari tanggal 4 - 7 March 2020. Seru lohh,, :D
Firstly I would like to say thank you very much for our lecturer Mr. Achmad Sukardi as (Mr. Bryan mapatolotoloi) and Sensei Renol as (Mr. Reonaldo Asfolo Rialdoriolo) >kece bgt kan nama my lecturer; Our tour Leader Kak Kahfi si santuy people:D; Kakak vendor Kak Ope and Kak Ragil; and our driver Mr. Ibe, Mr. Asistan, Mr. Darsan accompany us during our tour program 4D3N Makassar Bugis tour.
Day 1 : Makassar-Maros-Pangkep-Barru-Pare pare
-Morning Breafing
Sebelum naik ke dalam mobil, kita berkumpul dan diberikan arahan oleh Mr. Ach and Sensei menyampaikan agar selama tour nnti dibutuhkan kerjasamanya dan tetap on rules. Dan tidak lupa photo bersama dulu. After that, go to the Hiace masing-masing,, dan lagi lagi MJP 2C tdk memakai Bus:'((.. but we're exited for this tour.
-Paputo Beach (incharge Mr. Rivan)
Yeaahhhh,, finally we haved taking lunch gaessakhirnya makan siang juga gaesss, walaupun dengan panas teriknya matahari terasa panas--> matahari emang panas kali tapi terasa sejuk dengan angin sepoi-sepoinya:p.
Aku mau cerita dikit nih about Paputo Beach, terbentuknya Paputo Beach bukan dikelola dari pemerintah tapi dengan adanya salah satu masyarakat yang tinggal di sana dia mempunyai kemauan untuk membuat daya tarik wisata dengan membuat pantai yang indah tempat untuk bersantai dan skarang tempat ini sudah berkembang dan akan lebih berkembang lagi agar para wisatawan tertarik untuk berkunjung kesini and this beach has beautiful view dengan beberapa fasilitas.
Di pantai ini kita take a lunch together, setelah itu kita melakukan observasi per kelompok dan hasilnya yaitu dengan adanya fasilitas seperti meyediakan beberapa gazebo lho. Teman traveler bisa menyewa untuk dijadikan tempat bersantai sembari menikmati panorama sekitar; tersedia panggung live music yang dimana pengunjung diperbolehkan jika ingin menyumbangkan suara emasnya, yang juga menghadirkan panorama menghadap langsung laut lepas sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat melihat momen sunset alias matahari terbenam; banyaknya tempat duduk untuk bersantai.
Bagaimana teman Traveler, cukup recommended bukan berkunjung ke Paputo beach? Kalian bisa mengajak teman, keluarga, maupun pacar ke sini, bahkan bersama teman satu komunitas lebih seru dong. :o
-Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun (incharge Ms. Meylan & Mr. Rivan)
Ms. Guide menceritakan about kisah cinta Pak Habibie yang merupakan presiden Indonesia yang ke-3 bersama sang istri tercintanya yaitu Ibu Ainun yang sampai sekarang beliau dijadikan film untuk yang ketiga kalinya. Dan saat itu ada teman yg bertanya kenapa Pak Habibie dan Ibu Ainun yang dijadikan monumen di tempat tersebut? dan dijawab karena di Pare pare ini merupakan tempat kelahiran Pak Habibie yang pernah menjabat sebagai president ke-3 di Indonesia dan juga kisah cintanya yang benar-benar membuat orang baperr😜 dan dibangunlah sebuah monumen yang dinamakan monumen cinta sejati Habibie & Ainun.
Dan juga disni terdapat beberapa pictures Habibie Ainun yang menggambarkan kisah perjalanan hubungan Habibie Ainun generation by generation. Adapun untuk hasil observasi di sana tempatnya sangat strategis karena berada di pusat kota atau orang-orang yang melintas di depan monumen dan
dapat melihatnya dengan jelas; di tempat ini sekilas terlihat bersih tapi bagian air mancurnya terdapat beberapa sampah plastik yang mengapung; dan juga di bagian pajangan fotonya ada beberapa kaca bingkai yang pecah dan perlu diganti.
-Pare Beach Hotel
Check in hotel
-D'Carlos
Sesudah check ini kita langsung menuju ke tempat ini dengan berjalan kaki karena jaraknya yg tdk terlalu jauh sambil melihat sekitar kota Pare pare, when we're entering D'Carlos di sana menjual kelengkapan fashion mulai dari kacamata, busana Muslim, kemeja laki laki, tas merk dunia, Dan masih banyak lagi; tersedia meja prasmanan dengan aneka makanan khas SulSel seperti ikan, ayam, daging, kue tradisional, kue modern, juice, es buah semua ada. Kami pun naik di lantai 2 di Cafe nya dengan menikmati minuman sambil bersantai bersama.
Setelah itu kembali ke hotel prepare untuk menuju ke Cafe Reza.
- Reza Cafe & Resto
We're taking a lunch in here dengan menu bebek Palekko yang enak sambil menikmati live musik yang asik. Pengunjung ramai datang ke tempat ini yang bisa melihat pemandangan yang luar biasa apalagi pada menunggu momen sunset yang dimana seperti kita lagi di atas bukit. Apalagi pada malam hari dengan angin sepoi sepoi. Adapun fasilitasnya m
usholla, live music, gazebop, area parkir memadai, toilet, televisi datar.
After that, kita melakukan evaluasi tentang kegiatan seharian itu dan selajutnya pulang kembali ke hotel untuk istirahat.
Day 2 : Pare pare-Sidrap-Wajo-Sengkang
We are wake up with morning call at 04.30 am and then we're going to Taman Mattirotasi doing morning exercise dengan berolahraga agar mengawali pagi ini dengan semangat baru > itu pagi² buta ya gaess...
Selesai morning exercise photo banner lalu langsung kembali ke hotel take a shower, packing, dll. Lanjut breakfast di resto hotel. Setelah itu kami check out dari Pare Beach Hotel dan langsung menuju ke Weaving Silk di Sengkang regency.
-Weaving Silk
Di tempat ini kita bisa melihat bagaimana pembuatan kain sutera dengan cara menenun. Tradisi menenun di Sengkang merupakan tradisi yang telah lama ada yang di mana pembuatan tenun sutera biasa dilakukan oleh "ana' dara" dari Wajo. Sangat banyak mesin manual dan pada proses pembuatannya membutuhkan tidak terlalu lama untuk membuat kain, itu tergantung dari motif untuk tenun tanpa mesin.
Dalam sehari bisa 1-2 kain/sarung yang jadi. The price start from 500k - 1 jt dan karyawannya mendapatkan upah sebesar 100k/ hari. Kita bisa membeli sutera khas Sengkang seperti baju pesta, tas, dll di toko samping tempat menenun.
-Rumah Adat Saoraja La Tenri Bali Atakkae (incharge Ms. Zara)
Di depan rumah ini terdapat tulisan "Saoraja la Tenri Bali" yang menjadi sebutan untuk rumah ini. Saoraja La Tenri Bali adalah bahasa bugis dimana Saoraja sendiri berarti Istana raja dan La Tenri Bali adalah seorang seorang raja atau oleh orang Sengkang dipanggil Arung Matoa yang pernah berkuasa di Kerajaan Wajo. Jadi, Saoraja La Tenri Bali adalah Istana Raja La Tenri Bali.
Dan rumah adatnya bernama Rumah Adat Atakkae merupakan rumah adat yang terbuat dari kayu uli yang memiliki 101 tiang. Dengan lambang kepala rusa yang ada di atas tiang depan rumah itu karena pada zaman dulu itu para warganya memiliki pekerjaan seperti petani, penggembala ternak. Arti simbol yang ada di atas atap rumah adat adalah menolak bala, mereka mempercayai hal mistis juga banyak fentilasi karena supaya udara masuk yang berarti banyak rezeki yang masuk ke dalam rumah. Ketika menaiki rumah adat ini tangganya ada 2 menandakan bahwa itu rumah kebangsawan. Di dalam rumah tidak ada kursi ataupun meja karena melambangkan bahwa jika ada pertemuan kita duduk dengan berbentuk tidak saling membelakangi adanya respect satu sama lain. The king of Wajo Regency believed magic bacause the house very sakral. Arung Matoa mereka merangkak masuk ke dalam untuk melihat keadaan dalam rumah dan Arung Matoa untuk menghargai mereka sampai di pintu memberi salam dan tunduk hormat. Rumah adat ini biasanya digunakan sebagai tempat pelaksanaan pameran,
seminar, atraksi budaya, dan sering ada kegiatan perkemahan lokal.
Setelah berkunjung dari rumah adat Atakkae selanjutnya kita taking lunch di RM. Lesehan Jetpur di sana menghidangkan menu yang mantap bangett👌🏻. Tempatnya mudah dujangkau karena berada tepat di belalang Monumen Jet Tempur (Jetpur).
-Sermani Hotel
Check in hotel
Kita diberikan beberepa waktu untuk prepare ke Danau Tempe
- Tempe Lake (Ms. Namira & expert guide Mr. Adi)
Kita berkumpul di Taman Paduppa yang dimana Ms. Guide menjelaskan sedikit tentang danau tempe sebelum menyebrang ke sana.
Dan menyewa boat Rp. 200.000 PP dengan menempuh waktu kurang lebih 1 jam.
Selama perjalanan banyak bambu berbentuk X itu adalah lambang pemerintah sana yaitu "Bungkato'do", Bungka berasal dari eceng gondoknya yang melingkar dan to'do berasal dari bambu yang ditancapkan.
Dan juga ada lambang warna merah, putih, kuning, hitam artinya masyarakat di sana masih menganut animisme/ masih mempercayai hal-hal mistis. Untuk merah(daratan), putih(langit), kuning(air) / persembahan syukur untuk air.
Setibanya di sana kami masuk ke dalam rumah terapung dan dihidangkan teh yang menghangatkan tubuh kita basah tadi dan pisang goreng,, ntap kalii😎
Ada expert Guide yang menjelaskan tentang sejarah dan general information Danau Tempe.
Dari kata Timpai disebut danau Tempe karena Raja pertama Wajo bekerja sama dengan pedagang dari Arab. Bolak balik dari Arab ke kerjaan Wajo. Ketika raja melihat suatu tragedi salah satu kapal saudagar Arab ada yang terbalik dan karang di pesisir di sekitar kerjaan. Raja tersebut memerintahkan untuk menimbah airnya dalam bahasa bugis "Timpai" / buang airnya, bukan karena adanya tempe di sana.
Pada zaman dahulu orang-orang menangkap ikan ke danau pada musim kemarau akan di tempuh dari darat selama 3 jam satu kali jalan jadi PP 6 jam. Sekitar 1973 mereka membuat tempat persinggahan di tengah danau supaya tidak bolak balik lagi. Jadi pertama modelnya kayak rumah sawah pake tiang 4 perahu masuk di kolom, kemudian dikembangkan lagi seperti sekarang.
Untuk pembuatan rumah di danau tempe, tiangnya tidak langsung ditanam tetapi murni mengapung menggunakan bambu supaya tidak terbawa arus maka dipasang tali pada patok untuk menahan tekanan pada angin. Itulah sebabnya arahnya berubah-ubah.
Setelah itu kita menyebrang lagi untuk kembali ke Taman Paduppa Dan langsung menuju Sermani hotel. Dan prepare untuk dinner di resto hotel sermani Dan akan dilanjutkan dengan evaluasi Hari kedua Dan selesai itu kami beristirahat yang baik untuk Hari berikutnya.
yahhh,, aku menyebutnya the best trip, why? because ini pertama kalinya aku prgi ke danau dengan ombak yang luar binasa sampai basah seluruh tubuh ini🤭 dengan adanya challenging dimana sepanjang jalan aku trus berdoa timbul banyaknya pertanyaan dibenakku tapi aku percayakan smua kepada Tuhan pada waktu itu. Dan aku berlajar bahwa dalam menjalani kehidupan mulai dari keseharian yang biasa biasa sja dengan terjadinya peristiwa yang sangat menantang dan akan merasa puas, akan ada nikmat jika sudah melewatinya.😇
And also saya sangat bangga ada di prodi MJP💛
Day 3 : Sengkang-Bone-Sinjai-Bulukumba
Hari ketiga ini tidak ada morning exercise karena di luar hujan deras.
Breakfast jam 07.10 di restaurant hotel dengan menyantap makanan delicious dan dessert yg bnyk.
After breakfast kami prepare untuk check out bersama. Dan langsung menuju Goa Mampu. Before that we do morning breafing and praying.
-Gua Mampu (expert guide Mr. Ansar)
Ini adalah first time sya caving
Kami memasuki gua dengan memulai memberikan salam kami melihat banyk lampu lampu dan terasa sangat sakral.
Disebut gua Mampi karena penduduk disni rata-rata memiliki finansial bagus/ mereka mampu seperti banyak padi, ternak, dll. Dalam sejarahnya dulu ada tujuh kampung yang terkutuk karena ada seorang putri yang mengingkari janjinya sehingga tujuh desa yang berada di daerah tersebut berubah menjadi batu dan benda yang besar menjadi kecil dan kecil menjadi besar.
Kurang lebih 1 jam kami melakukan aktivitas caving goa Mampu, kami pun keluar kembali ke parkiran untuk bersiap melanjutkan perjalanan.
Kami singgah untuk sholat jumat bagi laki-laki di Masjid Al-Markaz Bone. Setelah sholat jumat dan teman yang lain sudah siap untuk menuju Kaluku Resto take a lunch.
-Kaluku Resto
Melayani kami dgn baik dan menyiapkan makanan dgn cepat kebersihan restonya sdh sgt baik dan mempunyai fasilitas yg cukup memadai sprti tmpt untuk karaoke bersama sambil menikmati hidangannya.
Dalam perjalan menuju museum Lappalawoi kami hanya melewati Rumah Adat Bola Soba karena hujan dan agar tidak memakan waktu bnyk untuk cepat sampai di Bulukumba.
-Museum Lappawawoi (expert guide Mr. Aswar)
Museum ini diresmikan pada tanggal 14 April 1982. Di sana tidak ada entrance fee, tapi donation fee museum ini disebut Lappawawoi karena dari pengabdiannya dari yang punya rumah ini dan dijadikan museum. Di dalam museum terdapat silsilah raja dan Ada keturunan raja yang mengurus museum ini. Arung Palakka adalah sultan Bone yang katanya di Rujab ada rambutnya di museum arajang yang katanya jika rambutnya dipotong akan semakin bertambah panjang.
-Batu Pake Gojeng (incharge Bule)
En fee 5000, batas waktu untuk mengunjungi sampai 5 set 6.
People who living on here
1. Megalitik
2. Artefak (peninggalan kayu²)
3. Ekofak
Di tempat ini adalah semua kuburan batu yang dipahat dimana pada zaman dulu ada perang dan mereka smua mati di tempat ini. Dan di setiap batu terdapat lubang Dan itu lubang selalu terisi air dan lubang air ada di dalam lubang itu tidak pernah habis. Ceritanya air yang ada dalam lubang ini diminum akan disembuhkan dari segala penyakit> maybe😁. Masyarkat di sini masih bingung dan masih penasaran about batu nisan yang ada disini mereka belum tahu.
Tempat ini sangat ramai yang menjadi daya tarik wisatawan adalah viewnya yang indah dengan terlihatnya Sinjai Regency. Adapun tradisi yang dilakukan ketika turun tangga yaitu ganjil atau genap jika ganjil itu berarti orang tersebut mempunyai banyak rejeki dan apabila mendapatkan angka genap artinya orang itu selalu bersyukur.
Selanjutnya kami akan melanjutkan perjalanan ke Bulukumba Regency dengan menempuh waktu kurang lebih kurang lebih 3 jam dan jalannya yang berbelok-belok.
Day 4 : Bulukumba-Bantaeng-Jeneponto-Takalar-Makassar
-Bira Beach (Mr. Asrul)
Di tmpt sangat sejuk dngn angin sepoi sepoi yg juga dpt dinikmati keindahannya, tapi di pinggir pantai masih bnyk sampah yg tdk enak di pandang karna berhamburan.
Adapun fasilitasnya yaitu banana boat, perahu, dan juga bnyk hotel yg ada disini. Untuk kamarnya kurang memadai karna tdk ada selimut, di kamar mandi airnya tdk bersih.
-Apparalang Clifs
Berkunjung ke Bulukumba tidak sah rasanya kalau belum berkunjung ke Pantai Apparalang. Pemandangan yang sangat luar biasa dengan tebing dan bebatuan yang curam membuat orang penasaran ke sana.
Very very beautiful view dgn air biru laut jernih, in there has tmpt foto yg sgt² memiliki daya tarik pada wisatawan.
-Phinisi Ship Tana Beru
Tempat pembuatan Kapal Phinisi yang ada di Bulukumba. Kapal ini terbuat dari kayu jati, kayu besi, dan kayu bitti. Rata-rata kapal ini dibuat jika ada pesan
sdh byk yg pesan kapal ini, Surabaya, Kalimantan, bahkan dari mancanegara like Australia, eropa. Pembuatan Kapal ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun lamanya. Ukurannya yaitu sesuai dengan ukuran yang dipesan yang dimana harganya milyaran rupiah. Kapal ini berjenis kapal pesiar, kapal wisata. Dan kapasitas kapal kurang lebih 26 orang. Kapal kuat karena memakai lem fox putih. Untuk membawa ke laut adanya tradisi "Anyyonrong Lopi" dengan menggunakan kurang lebih 20 orang.
Setelah observation kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang.
-Kampoeng Nelayan
Di Kampung Nelayan ini merupakan momen terakhir kami makan bersama dengan teman-teman saya pada tour kali ini (bisa dibilang makan siang gratis kami yang terakhir hehehe). Setelah kami semua telah makan, kamipun siap menuju kembali ke kampus di Kota Makassar.
Kami menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam untuk sampai in our beloved campus Tourism Polytechnic Makassar. We're arrived at 18.30 dan tidak terasa kebersamaan kami selama tour 4D3N ini telah usai,, huhuu
Okay gess I think that's all about our tour Makassar Bugis tour and see you the next blog:)
Berikut ini adalah daftar data base selama MaBug tour 4D3N.
Thanks a lot of for Makassar Tourism Polytechnic yang sudah membiayai perjalanan kami selama tour, and also I like to say thank you very much MJP study program dengan tour yang dijalankan. Dan saya sangat bersyukur dengan ini karena GRATISSS:)
Thank you sudah membaca blog sya, smoga readers mendapatkan informasi yang baik. Sampai jumpa lagi di blog sya selanjutnya:)
#woderfulindonesia #amazing trip #mjpku #poltekparmks